
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika I Gusti Putu Suryawirawan menyatakan pihak Mitsubishi akan nulai mengekspor produk baru ini pada Februari 2018. Adapun kendaraan MPV keluaran Mitsubishi ini akan diluncurkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), pada 10 Agustus 2017.
“Mereka merealisasikan pabrik berkapasitas 150 ribu (unit), nah itu bisa diekspansi sampai 40 ribu (unit),” kata Putu setelah bertemu pihak Mitsubishi di kantornya, Jakarta, Rabu (9/8).
Dia juga menyebutkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam produk baru Mitsubishi ini cukup tinggi. Untuk komponen baja, pihak Mitsubishi menggunakan produk lokal dari PT JFI dan PT Krakatau Nippon. Ada beberapa produk yang komponennya masih diimpor yaitu alat-alat kontrol elektronik seperti Engine Control Unit (ECU).
Selain itu, Putu juga mengungkapkan Mitsubishi siap berinvestasi di Indonesia untuk kendaraan rendah emisi. Saat ini memang sudah ada beberapa produsen yang memproduksi kendaraan listrikhybrid,seperti Toyota dan Honda. Namun, para pelaku bisnis tersebut meminta untuk diberikan insentif.
“Secara eksplisit menyampaikan kepada Pak Menteri (Airlangga Hartarto), kalau ada insentif akan bisa lebih cepat,” ujarnya.Menurut Putu, Mitsubishi telah memproduksi i-Miev, kendaraan LCEV (Low Carbon Emmision Vehicle) dengan teknologi hybrid dan listrik dan siap dipasarkan di Indonesia.