11/8/2017,   Oleh  Michael Reily
infrastruktur
Arief Kamaludin|KATADATA

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan salah satu target pembangunan infrastruktur adalah untuk mendukung kemajuan industri otomotif nasional.  Sementara perkembangan industri kendaraan bermotor ini akan memberikan dampak berganda pada industri lainnya.

"Industri otomotif sangat menentukan karena mempunyai multiplier yang sangat luar biasa dengan segala macam industri pendukung lainnya," kata Kalla saat membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, Tangerang, Jumat (11/8). (Baca: Penjualan Otomotif Naik, Bukti Ekonomi Indonesia Masih Kuat)

Saat ini perkembangan industri otomotif akan menuju pada kendaraan beremisi rendah, seperti mobil listrik. Pemerintah pun mendukung dan berupaya melakukan pengembangannya di dalam negeri. Selain berencana memberikan insentif untuk pengembangan kendaraan ini, pemerintah juga tengah menyiapkan ketersediaan energinya.

Kalla mengatakan tujuan pembangunan proyek listrik 35.000 Megawatt (MW), salah satunya untuk menyambut pertumbuhan mobil listrik dan hibrida. Perhitungannya, penggunaan listrik untuk isi ulang daya mobil pada malam hari akan memakan konsumsi energi yang banyak. 

"Coba bayangkan 2 juta mobil listrik dan 250 juta handphone di-charge tiap malam," ujarnya. Dengan selesainya proyek 35.000 MW, dalam 10 tahun lagi tidak akan ada puncak tertinggi penggunaan listrik. (Baca: Mobil Rendah Emisi Akan Kuasai 20% Pasar Nasional pada 2025)

Menurut Kalla, pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana transportasi yang sedang digiatkan sekarang juga menjadi alasan untuk memajukan industri otomotif. Infrastruktur yang baik akan memicu pertumbuhan ekonomi yang baik juga. Sehingga masyarakat mampu membeli kendaraan mobil atau motor.

Selain itu, penyediaan car terminal di pelabuhan Tanjung Priok dan pembuatan di Patimban juga sebagai langkah pendukung industri. Pembangunan infrastruktur ini akan bisa meningkatkan ekspor kendaraan bermotor. (Baca: Euro4, Jalan Industri Otomotif Nasional ke Pentas Dunia)

Kalla juga menyatakan pemerintah sedang mengatur regulasi untuk mendukung kemajuan industri otomotif nasional. Saat ini, pemerintah tengah menggodok peraturan mengenai bea masuk komponen dan pajaknya juga sedang digodok.

Harapannya akan banyak arus modal investasi mengalir di industri ini. Dia juga berharap industri otomotif dapat menyerap tenaga kerja. "Jutaan orang bisa bekerja, maka makin banyak orang bisa membeli," ungkap Kalla. (Baca: Indonesia Targetkan Peningkatan Ekspor Mobil)